Akan Kita Namakan Apa Suara di dalam Dada
akan ada masanya
kita kan mencuri ruang dan waktu
hanya buat kau dan aku
menari dan mati
tapi sebelum waktu terus memburu nafas
sebelum ruang menekan paru-paru
semoga kita masih sempat melebarkan
pelukan dan angan-angan
walau angin dan dunia terasa sia-sia
apalagi negara terus membikin
kita ingin pergi dari sini
tapi aku ingin kau tahu
bahwa dalam setiap kesempatan dan langkah
mungkin akan selalu terselip keganjilan-keganjilan:
kenapa pagi tadi kita tak bermimpi
di udara yang sama
di pekak yang hampa
di ranjang yang samar
di sesat rindu yang susah pudar
tapi di mana pun mimpi menjegal
bahkan sekalipun dunia hanya
mewartakan mati dan tak ada ranjang
buat kita menari dan memapah desah
satu sama lain
semoga yang sebentar tak pernah lekang
semoga yang jauh perlahan merapatkan hidungnya,
sampai yang kita miliki
hanya nama belakang masing-masing
2026
Aku Menemukan Dirimu sebagai Hari Jumat di Hari Mingguku
Ketika aku mencintaimu
Aku tidak melihat
Perbedaan sebagai perbedaan.
Tapi 5 tahun kemudian
Aku merasa berdosa
Ketika di hari minggu aku tidak
Mencintai Seseorang di dalam diriku.
2021-2026
Nota Sebelum Umur 26
21 Mei nanti umurku sudah 26. Umur yang pas untuk melakukan apa-apa yang katanya harus dimiliki sebelum umur 30. Ya nikah lah, punya anak lah, nyicil rumah dan mobil, dan sebagainya, dan sebagainya.
Suharto juga dipaksa turun di tanggal ulang tahunku. Lahirnya Jeffrey Dahmer si kanibal juga di tanggal ulang tahunku. Dan kalau katanya Jemi, aku cina yang bagusnya bikin perserikatan untuk ulang tahunku. Tapi sayangnya aku kristen, protestan pula. Susah, Jem. Nanti banyak yang demo, kasihan mama papa sama adik perempuanku. Masa belum umur 30 tapi sudah tua dan lapuk di penjara?
Aku sebenarnya juga kurang suka membicarakan umur. Apa karena aku bangsa timur? Ah tidak juga. Buktinya banyak kok yang masih mulai pembicaraan dengan tanya, “Umur berapa? Kok belum nikah?”
Dan kalau ditanya akan jadi apa di umur 26, mungkin jawabanku cuma kepingin nulis puisi dan punya kesibukan selain nulis puisi. Entah sibuk kerja, atau sibuk nonton konser, aku masih belum tahu. Yang penting bukan sibuk mengeja cinta lagi. Capek, asli. Cinta memang cuma 5 huruf. Bisa dieja sama anak kecil. Tapi traumanya bisa kerasa sampai kita dewasa. Makanya kan Cupatkai bilang, “Dari dulu begitulah cina, deritanya tiada akhir.” Eh salah ya? Maksudku cinta.
2026

Face Project Series karya Meus Prazt
30 x 40 cm
Acrylic on canvas
2017
Jika ingin mengoleksi karya ini bisa menghubungi Keringat Sastra melalui,
keringatsastra.official@gmail.com
